Ahli paleontologi amatir mengklaim telah menemukan "monster laut" misterius di kawasan Cincinnati. Sekira 450 juta tahun yang lalu, kawasan Cincinnati merupakan laut dangkal yang kemudian tertutup dan memendam satu organisme besar yang dipercaya sebagai "monster laut". 


Meskipun memiliki ukuran yang sangat besar, tak seorang pun pernah menemukan fosil "raksasa" ini, hingga akhirnya ditemukan oleh paleontolog amatir tahun lalu. Dilansir dari Newsdiscovery, Senin (9/7/2012), spesimen fosil, ditemukan oleh Ron Fine Dayton, Ohio. Fosil itu berbentuk elips berupa lapisan organ tanpa tulang, dengan panjang fosil hampir tujuh meter. Fine merupakan anggota Dredgers Cleaning, sebuah asosiasi ahli paleontologi amatir yang berbasis di University of Cincinnati. 

"Saya segera tahu bahwa saya menemukan sebuah fosil yang tidak biasa. Bayangkan fosil berbentuk kaktus pipih. Itulah gambar terbaik yang dapat saya berikan," kata Fine. Selama lebih dari dua abad, wilayah Cincinnati telah banyak menarik para peneliti. Tidak karena penemuan amatir namun karena ukurannya. 

"Ketika saya akhirnya menemukan fosil yang memiliki lebar tiga setengah kaki serta panjang enam setengah meter. Dalam dunia praktis, ukuran fosil itu raksasa!," kata Fine Sementara itu, David L. Meyer dari University of Cincinnati Geology Department dan co-author A Sea without Fish: Life in the Ordovician Sea of the Cincinnati Region, setuju mungkin fosil terbesar ditemukan dari daerah Cincinnati. 

"Ini jelas merupakan suatu penemuan baru dan kami yakin itu secara biologis namun kami hanya belum tahu persis apa itu," kata Meyer. "Saya sudah mengumpulkan fosil selama 39 tahun dan tidak pernah memiliki kebutuhan untuk menggali. 

Kegiatan penggalian fosil ini terus saja berlangsung, Saya harus membuat 12 perjalanan, selama musim panas, untuk menggali lebih banyak bahan sebelum akhirnya menemukan ujungnya." Dia berharap dapat menerima banyak saran dari para ahli paleontologi mengenai spesimen yang ditemukan itu untuk mengeksplorasi lebih banyak hipotesis. Sementara itu, tim paleontologi bermain-main untuk memberikan nama, mereka cenderung memberi nama monter itu "Godzillus".