Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts

Petualang Unik - Memberikan makanan kepada orang lain adalah sebuah tugas yang mulia. Namun tidak dengan wanita ini, kemuliaannya justru dinilai buruk oleh sebuah aturan. Iapun mendapatkan denda dan harus memberikan sejumlah uang. Angela Prattis yang tinggal di Philadelphia adalah seorang wanita yang baik hati. Pasalnya selama beberapa bulan ia membagikan makan siang gratis kepada anak-anak di sekitar rumahnya. Tujuan untuk perbaikan gizi mereka.


Sayangnya peristiwa yang terjadi pada musim panas kemarin tepatnya bulan Agustus 2012, justru berdampak buruk untuk dirinya. Anggota dewan setempat menilai bahwa Prattis melakukan pelanggaran zonasi, karena telah membagikan makanan di daerah sekitar rumahnya. Iapun dikenai denda sebanyak $600 atau sekitar Rp 5,4 juta.

Ternyata niat mulia Prattis didukung penuh oleh The Chester Township City Council. Wanita berkulit hitam ini diminta untuk terus mendistribusikan makanan bagi anak-anak dari orang tua berpenghasilan rendah

Denda yang dikenakan kepada Prattis ternyata membuat sebagian orang merasa kecewa. Terbukti dalam sebuah situs jejaring sosial, salah satu pendukung niat Prattis mengatakan "Seorang wanita yang dihukum karena melakukan sesuatu untuk pemerintah, secara teori harusnya ia tidak menerima sanksi ini."


Petualang Unik - Dalam usia sembilan bulan, William dan Ellenita Trykush belum bisa berbicara, apalagi berjalan. Namun, kedua bayi ini justru sangat piawai berenang, bahkan bisa mengarungi kolam renang sepanjang 25 meter.


Mereka bahkan tak hanya berenang biasa. Sepasang bayi lucu ini bahkan bisa mengambang dengan punggung hingga menyelam. Prestasi ini semakin mencengangkan karena keduanya lahir enam pekan lebih cepat dari jadwal melalui operasi sesar. Bagaimana awalnya kedua bayi ini bisa sedemikian "ahli" berenang?

Bakat berenang kedua bayi ini terlihat saat mereka dan kedua orangtuanya sedang berlibur ke Siprus, Oktober lalu. Saat itu, keduanya langsung berenang di laut tanpa mau mengenakan pelampung.

Saat kembali ke Cloucestershire, Inggris, ibu kedua bayi ini, Charlotte (35), membawa mereka ke kolam renang khusus bayi. Di sana, begitu melihat air, kedua bayi ini melonjak-lonjak tak sabar lagi ingin masuk ke kolam.

"Sangat luar biasa. Pertama kali mereka berenang sejauh 5 meter, lalu 7 meter, dan akhirnya 12 meter," kata Charlotte Trykush, yang juga adalah pelatih renang itu.

"Saat di kolam renang dewasa tak ada orang, saya lalu mengusulkan pada pelatih renangnya untuk membawa mereka ke kolam yang lebih besar," lanjut Charlotte.

"Di sana, mereka terlihat lebih senang lagi. Mereka berenang kian kemari dengan saya berada di belakang mereka untuk memastikan mereka aman dan mengarahkan saat mereka salah arah," ujar Charlotte lagi.


Petualang Unik - Pernah menghadapi anak mengamuk? Tentunya bingung kan saat melihat anak berteriak-teriak, menangis keras, berguling-guling. Terkadang ditambah dengan menyakiti diri sendiri seperti membenturkan kepala di dinding dan lantai, menggigit jemari tangan, dan menarik rambut.


Bagaimana cara menghadapinya? Kalau anak cari perhatian sampai menyakiti diri sendiri (menghantam-hantam kepalanya ke tembok) atau menyakiti orang lain, langkah awal adalah mengamankan anak dari tindakan yang bisa membahayakan dirinya atau orang lain. Peluk dan bawa ia ke tempat yang lebih sepi, umumnya hal ini akan membuatnya lebih tenang.

Setelah tenang, ajak anak bicara. Bantu dia mengenali, merefleksi dan menamai perasaannya, seperti marah, kesal, cemburu, dan lainnya. Kita bisa bilang, "Kakak marah ya?" Cari tahu penyebab kemarahannya. Jika kita sudah tahu, jelaskan bahwa kita tidak bermaksud membuat anak marah. "Adek kan masih kecil, belum bisa melakukan apa-apa sendiri, jadi Mama harus merawatnya." Lalu diskusikan pilihan apa saja yang boleh dan tidak boleh dia lakukan ketika marah.

Orangtua tidak perlu langsung menekan ekspresi kemarahan anak. Anak boleh saja marah, karena merupakan ekspresi yang amat manusiawi. Yang terpenting bagaimana anak dapat menyalurkan kemarahan dengan cara yang lebih tepat. Umpama, anak boleh berteriak tapi di dalam kamar, mencoret tetapi di kertas bukan di dinding, berikan mainan yang lunak dan tak mudah rusak jika ia ingin membanting mainannya. Tekankan, hal-hal yang tidak ditoleransi oleh kita, seperti menyakiti diri sendiri atau orang lain.

Beberapa tantrum, tidak perlu direspons khusus oleh orangtua. Seperti tantrum yang bertujuan hanya untuk sekadar caper (dan tampak tidak membahayakan dirinya) bisa kita abaikan karena umumnya akan reda sendiri. Memberi anak perhatian pun, sekali lagi, bisa menjadi "hadiah" baginya dan mendorongnya untuk melakukan perilaku negatif itu kembali. Namun di lain waktu, kita tetap perlu memberi arahan bahwa apa yang dilakukannya tak baik, sehingga anak tahu bahwa bentuk caper-nya salah dan tak boleh dilakukan. Tanpa pengarahan, anak akan merasa apa yang dilakukannya itu benar.