Showing posts with label Galau. Show all posts
Showing posts with label Galau. Show all posts
4 Destinasi Pas Buat Cewek Yang Lagi Bete - Bagi para wanita yang stres, cobalah travelingke 4 tempat ini. Banyak kegiatan seru di sana, mulai dari basah-basahan hinggamemacu adrenalin dengan permainan yang menegangkan. Luapkan emosi dan pikiranpun menjadi plong!

Traveling menjadi cara asyik untukmenghilangkan stres, termasuk untuk wanita. Apalagi, traveling dengankegiatan-kegiatan yang menantang. Hal ini akan memacu adrenalin dan ampuh untuk mengusir kejenuhan Anda.

1. Naik wahana di Dufan dan Trans Studio


Taman hiburan menjadi tempat yang tepat untukmeluapkan emosi. Dengan aneka macam wahana, para wanita siap-siap deg-degan danteriak sekencang-kencangnya untuk meluapkan emosi. Ada dua taman hiburan yangletaknya tak jauh, yaitu Dunia Fantasi (Dufan) di Ancol dan Trans StudioBandung.

Sisakan waktu Anda dalam seminggu untukberkunjung ke dua tempat tersebut. Di Dufan, Anda dapat mencoba naik PerahuKora-kora, Niagara-gara, Halilintar, dan Tornado. Anda akan diajak terbang keketinggian puluhan meter sambil merasakan detak jantung yang kencang. Inilahkegiatan yang menyenangkan! Ada rasa cemas, tapi itu tak seberapa dengankepuasan yang Anda dapat setelah naik wahananya.

Satu lagi, Trans STudio Bandung. Taman hiburandengan tema indoor ini punya wahana yang tak kalah seru. Ada Yamaha RacingCoaster, Giant Swing, Vertigo, Negeri Raksasa, sampai uji nyali di Dunia Lain.Yang terakhir, wajib dicoba!

2. Main air di Ciputra Water Park


Ingin bermain di water park terbesarse-Indonesia sekaligus meluapkan emosi? Datanglah ke Ciputra Water Park diSurabaya, Jawa Timur. Dengan luas lahan mencapai 5 hektar, banyak kegiatan seruyang dapat para wanita coba di sana. Sekaligus menyegarkan pikiran denganairnya yang dingin!

Ciputra Waterpark terletak di kawasanCitraland, Surabaya. Wahana paling favorit di sini adalah Roc Tower, yaitumenara seluncur setinggi 15 meter. Bayangkan, Anda akan meluncur dariketinggian tersebut dan dalam sekejap sudah mencapai kolam. Seru!

Masih belum puas? Ada Syracuse Beach ataukolam ombak seluas 1.800 meter persegi dengan kedalaman hingga 1,2 meter,Sirens River yaitu sungai buatan sepanjang 480 meter, dan Racer Slide berupaseluncur warna-warni setinggi 10 meter dengan kecepatan meluncur hingga 70km/jam. Tiket masuk ke water park ini seharga Rp 70 ribu saat weekend. Tungguapalagi?

3. Outbound seru di Umbul Sidomukti, Semarang


Saat traveling ke Semarang, Jawa Tengah,jangan lupa mampir ke Umbul Sidomukti. Umbul Sidomukti terletak di Desasidomukti, Bandungan, Kabupaten Semarang. Di sini ada alam yang serba hijau danarena outbound sebagai peluap emosi Anda. Seru!

Anda akan diajak menggeber ATV dan berayun diflying fox. Yang paling terkenal di sini, Anda dapat mencoba menjagakeseimbangan di jembatan tali. Anda akan berjalan di jembatan tali yangterbentang sepanjang 60 meter dan melintasi jurang sedalam 30 meter. Wow! Dariatas ketinggiannya, Anda bisa meluapkan emosi sekaligus menghirup udaranya yangsangat sejuk. Segarnya!

4. Main Paintball di Gunung Putri, Bogor


Mau kegiatan yang seru dan berbeda? Cobalahbermain paintball di Brigade 3234 di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Tidakhanya para pria, wanita pun bisa main tembak-tembakan sambil mengasah instingdan strategi di sini.

Di sini terdapat 4 lapangan untuk bermain,tiga outdoor dan satu indoor. Anda bisa bebas memilih arena "pertarungan".Setelah itu, Anda akan dibekali helm, seragam loreng, senjata dengan peluru 25butir. Tenang saja, pelurunya berbentuk seperti kapsul yang berisi cat dan amanuntuk permainan ini.

Waktu mainnya adalah 2x20 menit. Rasakanpengalaman seru menembak lawan dan menghindari dari tembakan pelurubertubi-tubi. Sekali main, cukup merogoh kocek sebesar Rp 100 ribu saja.Luapkan emosi dan kalahkan lawan Anda. Dijamin seru dan pastinya deg-degan!

Itulah 4 tempat seru bagi traveler wanitauntuk meluapkan emosinya. Siapkan stamina dan nyali, karena adrenalin akanberdetak kencang di sana.

sumber : http://opini-terbengkalai.blogspot.com/2013/08/4-destinasi-pas-buat-cewek-yang-lagi.html

Petualang Unik - Ketika melihat teman atau sahabat tengah dirundung masalah, Anda tentu tak ingin berdiam diri. Tapi hati-hati dengan teman yang mudah galau atau sedikit-sedikit stres, karena menurut sebuah studi kondisi ini dapat menular.


Bahkan peneliti Gerald Haeffel dan Jennifer Hames dari University of Notre Dame, AS mengklaim teman dekat atau sahabat orang yang mudah depresi akan merasakan gejala depresi yang sama dalam kurun waktu enam bulan kemudian.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Psychological Science ini memaparkan yang bersifat 'menular' dari penderita depresi adalah 'cognitive vulnerability' atau 'kerentanan kognitifnya'. 'Kerentanan kognitif' adalah kondisi seseorang yang cenderung merespons masalah secara negatif. Orang yang memiliki tingkat 'kerentanan kognitif' tinggi terbukti lebih rentan terkena depresi.

Tingkat 'kerentanan kognitif' satu orang dengan orang lainnya berbeda-beda. Biasanya gejalanya mulai muncul pada usia remaja awal dan terus berlanjut hingga dewasa. Kendati begitu, Haeffel dan Hames memprediksi ada kemungkinan untuk memodifikasi kecenderungan seseorang untuk mengalami depresi dalam kondisi tertentu.

Haeffel dan Hames menduga jika 'kerentanan kognitif' ini bisa jadi 'menular', terutama ketika lingkungan sosial seseorang tengah berubah-ubah. Keduanya menemukan hipotesis ini setelah mengamati 103 pasang rekan sekamar yang baru saja memulai kehidupan perkuliahan sebagai mahasiswa baru (maba) di sebuah universitas di AS.

Setelah sebulan menjalani kehidupan perkuliahan, setiap partisipan mengerjakan beberapa kuesioner online yang didesain khusus untuk mengukur tingkat 'kerentanan kognitif' dan gejala depresi yang dimilikinya. Aktivitas ini kembali dilakukan partisipan tiga bulan kemudian, begitu pula dengan enam bulan berikutnya. 

Dari situ peneliti menemukan bahwa maba yang secara acak ditempatkan satu kamar dengan partisipan lain yang tingkat 'kerentanan kognitifnya' tinggi lebih mudah tertular gaya kognitif teman sekamarnya. Tak hanya itu, tingkat 'kerentanan kognitifnya' pun berkembang pesat. 

Sebaliknya, maba yang diminta sekamar dengan partisipan lain yang tingkat 'kerentanan kognitifnya' rendah justru mengalami penurunan pada tingkat 'kerentanan kognitif' mereka sendiri. Efek penularan ini terbukti tetap konsisten pada partisipan dan terlihat dari hasil kuesioner partisipan tiga dan enam bulan kemudian.

Bahkan peneliti mencatat perubahan tingkat 'kerentanan kognitif' ini mempengaruhi risiko gejala depresi partisipan di masa depan. Pasalnya, teman sekamar yang menunjukkan peningkatan 'kerentanan kognitif' di tiga bulan pertama berisiko dua kali lebih besar memperlihatkan gejala depresi pada bulan keenam dibandingkan partisipan yang tidak menunjukkan peningkatan.

"Temuan kami mendemonstrasikan bahwa 'kerentanan kognitif' berpotensi untuk bertambah atau berkurang dari waktu ke waktu, tergantung konteks sosialnya," tandas Haeffel dan Hames seperti dilansir Emaxhealth, Selasa (23/4/2013).

Namun Haeffel dan Hames menduga efek penularan ini dapat dimanfaatkan untuk membantu mengobati gejala depresi yang dialami seseorang.

"Nantinya lingkungan sosial individu bisa jadi bagian dari proses intervensi atau suplemen terhadap intervensi kognitif yang sudah ada, bahkan dijadikan metode intervensi yang berdiri sendiri. Misalnya mengelilingi pasien depresi dengan orang-orang yang memiliki gaya kognitif adaptif agar dapat membantu memfasilitasi perubahan kognitif dalam terapi," pungkas keduanya.