Showing posts with label Bocah. Show all posts
Showing posts with label Bocah. Show all posts
Bocah Ini Dianggap Sebagai Rintisan Dewa Hanoman - Memiliki ekor di punggung, membuat bocah laki-laki usia 12 tahun ini, dianggap sebagai jelmaan dewa. Arshid Ali Khan namanya. Setiap orang berduyun-duyun mengunjungi kuil, tempat di mana Arshid tinggal untuk menyembahnya. Mereka membawa hadiah dan uang tunai sebagai imbalan atas berkah yang didapat.


Mereka yang datang dalam kuil percaya jika bocah itu adalah Balaji, pengikut Dewa Wisnu - yaitu Dewa Monyet, Hanoman. Ekor di punggung Arshid seolah menunjukkan kalau dirinya adalah reinkarnasi dari Dewa Monyet.


Dokter mengatakan jika ekor di belakang tubuh Arshid sebenarnya diakibatkan karena spina bifida, kelainan pada sumsum tulang belakang. 

Meski dalam dunia medis, kondisi Arshid adalah gangguan kesehatan yang harus diobati. Tapi bagi bocah kecil itu, ini adalah sebuah berkah. Karena banyak orang yang menghormati dirinya. "Ini tidak biasa, tapi orang-orang menghormati saya dan bersujud di bawah saya. Aku merasa istimewa," ujarnya.

sumber : http://www.unikgaul.com/2013/08/bocah-berekor-ini-dianggap-sebagai.html
Bocah Ini Tak Pernah Pipis Selama 3 Tahun - Buang air kecil alias pipis adalah kondisi alami yang terjadi pada tubuh orang yang sehat. Tapi hal itu tidak berlaku bagi seorang bocah asal Singapura. Sejak 3 tahun lalu, tubuhnya tidak pernah memproduksi urine.

Si kecil Bryan Liu (6 tahun) terlahir hanya dengan satu ginjal, yang akhirnya juga gagal berfungsi ketika ia berusia 2 tahun.


Saat itu, sang bunda Serene Ng telah mendonorkan ginjal untuk putranya tercinta. Sayang, ginjal donor tersebut gagal berfungsi dengan baik dan harus segera diangkat. Alhasil, Bryan tak lagi memiliki organ ginjal.

Setelah kejadian itu, tubuh Bryan tak pernah lagi memproduksi urine, yang artinya ia tidak pernah buang air kecil. Ia pun harus menjalani prosedur dialisis (cuci darah) 10 jam setiap hari agar tetap hidup.

Tapi bocah pemberani ini akhirnya membuat sejarah dalam hidupnya pada 21 Juli lalu. Ia menjadi orang termuda yang menerima ginjal baru dari donor hidup altruistik (donor orang asing).

"Dia begitu bahagia. Dia terus tertawa dan saya tidak bisa percaya. Ia melakukannya berjam-jam. Setiap kali ia buang air kecil, ia terus tersenyum sendiri," jelas Serene Ng (38 tahun) kepada

Setelah Bryan mendapatkan ginjal baru, kini Bryan bisa minum sampai tiga liter air setiap hari. Sebelumnya, ia hanya diizinkan minum air sebanyak 300 ml.

Bryan juga bisa terbebas dari semua tabung yang melekat pada tubuhnya dan untuk pertama kalinya ia bisa mandi sejak hari transplantasinya.

"Dia berlari dan melompat-lompat. Dia begitu bahagia. Anda bisa tahu dari binar di matanya," tandas Serene.

sumber : http://inpo-aneh.blogspot.com/2013/08/bocah-ini-tak-pernah-pipis-selama-3.html

Petualang Unik - Laba Laba tarantula yang terkenal sangat ganas dan mematikan tidak ditakuti bagi anak anak kecil di pedalaman Kamboja Desa Trov Pheang Ctas, bahkan menjadi makanan kegemaran mereka sehari-hari. Dengan tangan tak berpelindung, anak-anak ini menangkap tarantula. Kemudian hewan itu dibersihkan serta dibalur dengan mentega.

"Goreng. Lalu hap! Tarantula masuk ke mulut si anak," tulis situs berita Daily Mail, Rabu, 21 November 2012.


Fotografer Inggris, George Nickles, yang memotret kehidupan di Desa Trov Pheang Ctas, hanya terdiam melihat hal itu. "Mereka begitu santai memburu tarantula, seperti anak-anak Inggris yang tengah memanen stroberi," kata Nickles.

Saya takjub." Tarantula, tikus, kadal, katak, dan kalajengking merupakan menu biasa yang kerap disantap warga Kamboja. Namun tidak ada rekam jejak yang menunjukkan sejak kapan mereka memakan hewan beracun atau berbisa.


"Beberapa mengatakan kebiasaan itu muncul sejak pasukan Khmer Merah berkuasa di Kamboja," kata Nickles. "Banyak warga yang kelaparan, hingga nekat memakan hewan berbahaya."

Tarantula-tarantula itu kemudian dibersihkan lalu digoreng dengan mentega atau minyak. Meski terlihat berbahaya, tapi tarantula itu tidak mematikan. Sengatannya hanya terasa seperti sengatan lebah. Tarantula di Kamboja ini dari jenis tarantula zebra Thailand, atau Haplopelma albostriatum.


Dalam memburu tarantula, anak-anak Kamboja terkadang membekali diri mereka dengan bambu atau cangkul. Dengan alat itu, mereka gali sarang tarantula. Begitu si hewan keluar, hup! Ditangkaplah binatang itu. "Mereka pegang bagian punggung tarantula agar terhindar dari gigitannya,"" kata Nickles.